Rabu, 24 Oktober 2012

Cara Bikin Hidung Mancung

Secara genetik, orang Asia termasuk Indonesia memiliki katagori blade nose alias hidung pesek. Maklum, hal itu disebabkan oleh kontur tulang hidung yang cenderung datar atau kurang menonjol.



Namun jika ingin melakukan perubahan, menambah atau mengurangi volume hidung, berkonsultasilah kepada dokter yang ahli di bidangnya. "Jika tindakan ini tidak ditangani dokter ahli, akan sangat berbahaya,” saran Ketua Umum Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (Perdesti), dr Teguh Tanuwidjaja, M Biomed (AAM). Menurut dia, membuat hidung pesek menjadi mancung berarti menambah volume dan tidak bisa diartikan sebagai tindakan ‘mengubah’ hidung. “Tindakan menambah volume hidung itu sebenarnya sudah menjadi hal yang lazim dilakukan di seluruh dunia. Sekarang sudah banyak teknologi atau alat yang mampu melakukan itu tanpa operasi,” kata Teguh kepada Vista. Akan tetapi untuk kasus mengurangi volume hidung hanya bisa dilakukan melalui tindakan operasi.

Kasus mengurangi volume hidung ini juga belum tentu termasuk tindakan mengubah. Tindakan yang termasuk mengubah hidung, Teguh menjelaskan, biasanya melibatkan perubahan struktur tulang. Sementara menambah volume bisa tidak termasuk dengan mengubah struktur tulang hidung. Bila memang ingin memancungkan hidung, hal penting yang harus diperhatikan adalah, penggunaan alat-alat serta bahan untuk tubuh manusia harus memiliki atau melewati riset ilmiah. “Kalau hanya berdasarkan riset atau informasi dari internet, apalagi kalau hanya berdasar pada ‘katanya’ saja, sebaiknya hindari,” ujarnya.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, upaya memancungkan hidung memang ada dua cara, yakni totally invasive (invasive) dan non-invasif. Invasif merupakan cara pengujian yang melibatkan operasi atau memasukkan suatu peralatan ke dalam tubuh. Sedangkan cara non-invasif tidak memerlukan pembedahan dan hanya memerlukan kontak langsung antara alat dengan bagian tubuh. “Untuk non-invasif memang bisa dikerjakan dokter layanan primer yang memiliki kapabilitas di bidang itu.

Sedangkan cara invasif tentunya harus dikerjakan dokter ahli bedah plastik,” tandasnya. Jika upaya memancungkan hidung dilakukan dengan cara mengubah kontur tulang, lanjutnya, maka tidak ada cara lain kecuali dengan jalan invasif atau bedah.

Bila ingin menambah daging saja, hanya menyuntikkan filter saja sudah cukup. “Bila ingin sampai mancung atau runcing, tentu harus dengan kombinasi keduanya, yaitu operasi bedah plastik. Tindakan ini akan menjadi sangat berbahaya jika yang melakukannya bukan dokter ahli, tapi akan menjadi aman atau minim risiko jika ditangani dokter yang memang ahli di bidangnya,” jelas dokter berlatar belakang ilmu Anti Aging Medicine ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar